Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Penyidikan Tindak Pidana Pelayaran dilingkungan Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok Tanjung Priok. An Sony Syaftani Pawika NIM.224309141

Posted: September 28, 2011 in Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

 

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya dengan sumber daya alam yang potensial. Daerah peraiaran Indonesia lebih luas daripada daerah daratan. Indonesia juga merupakan daerah tujuan pelayaran yang karena letak geografisnya menjadikan negara kita ini merupakan jalur pelayaran lintas benua. Lebih dari itu wilayah perairan Indonesia merupakan zambrut katulistiwa yang banyak sekali kekayaan di dalam peraiaran tersebut. Contohnya ikan di wilayah perairan Indonesia yang sangat banyak macamnya sehingga nelayan-nelayan dari negara lain seperti thailan sering kali masuk perairan Indonesia untuk mencari ikan. Jelas ini merupakan pelanggaran wilayah teritorial.

Keadaan tersebut mengakibatkan adanya kecenderungan ancaman terhadap keselamatan jiwa manusia, harta benda dan lingkungan negara kita. Ancaman tersebut bisa berupa banyaknya kecelakaan kapal karena banyaknya pelayaran diwilayah Indonesia, ada juga ancaman berupa perompakan, pencemaran, pencurian kekayaan laut dan perusakan ekosistem.

Dalam sebuah negara maritim seperti halnya Indonesia inilah, peranan pelayaran sungguh penting bagi kehidupan sosial ekonomi penduduk, maupun dalam rangka pertahanan dan lain-lain.

Dengan memperhatikan semua hal diatas maka pemerintah melalui Departemen Perhubungan mengeluarkan Keputusan No. KM. 65 tahun 2002 tanggal 02 Oktober 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai.

Salah satu Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai di Wilayah barat Indonesia adalah Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis dilingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penjagaan, penyelamatan, pengamanan dan penertiban serta penegakan peraturan di bidang pelayaran di Perairan Laut dan Pantai.

.Agar negara wilayah peraiaran Indonesia ini aman dan tertib sehingga terciptanya keselamatan pelayaran dan kelancaran lalu lintas angkutan laut maka perlu adanya penegakan peraturan di bidang pelayaran di Perairan Laut dan Pantai, sehingga roda perekonomian Indonesia yang banyak menggunakan moda pelayaran terus meningkat. Salah satunya adalah dengan tugas yang diemban oleh Kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok.

Dalam rangka mengemban tugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai beberapa fungsi yang salah satunya yaitu pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana pelayaran.

Oleh karena itu dalam makalah ini penulis ingin menggambarkan beberapa hal mengenai Penyelidikan dan Penyidikan tindak Pidana pelayaran yang dilakukan oleh Kantor Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok.

 

B.   MAKSUD DAN TUJUAN

  1. 1.   Maksud

Penyusunan makalah ini adalah dalam rangka melengkapi persyaratan mengikuti mata kuliah Seminar.

  1. 2.   Tujuan

Tujuan dengan disusunnya makalah ini diharapkan :

  1. Memberikan gambaran agar makalah ini dapat berguna sebagai salah satu  bahan pertimbangan bagi pimpinan dilingkungan Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok maupun Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperhatikan pentingnya Penyidikan dan Penyelidikan tindak pidana Pelayaran sehingga tercapainya kelancaran lalu lintas angkutan laut dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan laut dan pantai.
  2. Memberikan gambaran sekaligus agar dapat berguna sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi para penyidik dilingkungan Kantor Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dapat bekerja dengan baik.

 

C.    PERMASALAHAN

Pada makalah ini penulis dapat mengidentifikasi masalah yang ada pada Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok baik yang dipengaruhi oleh faktor manusia, dana, fasilitas dan faktor dari luar organisasi yaitu sebagai berikut :

  1. Keterbatasan anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang yang tersedia dalam DIPA, merupakan permasalahan utama untuk menjaga dan mengadakan sarana dan prasarana, terutama
  2. Tidak adanya anggaran untuk penyidikan dan penyelidikan.
  3. Armada kapal yang kurang, yang walaupun Kantor Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok telah ditambah 2 (dua) unit kapal kelas I, tetapi mengingat usia dan kondisi teknis kapal-kapal kelas II sudah tua dan sangat menurun kemampuannya, sehingga daya jangkau operasionalnya sudah sangat terbatas, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia.
  4. Menurunnya jiwa kesemaptaan SDM yang dikarenakan tingkat kesejahteraan yang rendah dengan tugas yang berat dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa.
  5. Kurangnya tenaga penyidik yang mempunyai SKEP Penyidik.

 

D.         RUANG LINGKUP

Agar penulisan makalah ini terfokus pada permasalahan maka perlu pembatasan masalah. Makalah ini membahas tentang Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Penyidikan Tindak Pidana Pelayaran dilingkungan Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok Tanjung Priok.

 

E.        METODOLOGI (KERANGKA TEORI)

 

  1. Pengertian
    1. Penyidik dan Penyidikan

Yang dimaksud penyidik dalam KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yg diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. Sedangkan penyidikan adalah tindakan penyidik  untuk mencari & mengumpulkan bukti,  untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi & guna menemukan tersangka.

 

 

  1. Manajemen Penyidikan

1)    Penyelidikan yaitu tindakan penyidik sebelum menentukan tersangka berupa interview, observasi, survailance, undercover, dan informan.

2)    Tindakan Penyidik berupa penanganan TKP, menangkap, menahan, memanggil, menggeledah, menyita.

3)    Pemeriksaan terhadap Tersangka, Saksi dan Ahli

4)    Selesai dan menyerahkan berkas perkara berupa Resume, Berkas perkara pemeriksaan dan segera menyerahkan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum.

  1. Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana adalah wadah atau tempat serta peralatan yang diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan. Sarana dan prasarana yang sangat penting dlam melakukan tugas Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok adalah Kapal-kapal patroli karena wilayah kerjanya yaitu Perairan Laut dan Pantai.

 

F.        SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan makalah ini bahwa makalah ini terdiri dari bab-bab dan setiap bab mempunyai sub bab-sub bab. Bab-bab dan sub bab-sub bab itu merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Makalah ini disusun terdiri dari :

 

Bab I

 

  Pendahuluan, terdiri dari materi tentang latar belakang masalah, maksud dan tujuan, permasalahan, ruang lungkup, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan
Bab II

 

  Merupakan bab Gambaran umum Objek Penelitian, yang menyangkut tentang Tugas dan fungsi, struktur organisasi serta data dukung.
Bab III   Merupakan pembahasan berisi tentang analisa masalah sekaligus pemecahan masalah
Bab IV   Adalah bab kesimpulan dan saran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

GAMBARAN UMUM & OBYEK PENULISAN

 

 

 

A.   TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR PANGKALAN PENJAGAAN LAUT & PANTAI KELAS I TANJUNG PRIOK

 

1. Tugas

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 65 Tahun 2002 tanggal 2 Oktober 2002 , Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

  1. a.    Tugas Pokok

Melaksanakan kegiatan penjagaan, penyelamatan, pengamanan dan penertiban serta penegakan peraturan di bidang pelayaran di Perairan Laut dan Pantai.

  1. b.   Fungsi

1)      Penyusunan rencana, program dan evaluasi ;

2)      Pelaksanaan operasi dan penegakan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran di perairan  laut dan pantai;

3)      Pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana pelayaran;

4)      Pelaksanaan pengawasan dan penertiban kegiatan salvage dan pekerjaan bawah air, penyelaman, instalasi/eksplorasi dan eksploitasi, bangunan di atas dan di bawah air;

5)      Pemberian bantuan pencarian dan pertolongan musibah di laut dan penanggulangan kebakaran;

6)      Pelaksanaan pengamanan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran serta penanggulangan pencemaran di perairan;

7)      Pelaksanaan pelatihan pengawakan kapal dan instalasi;

8)      Pelaksanaan pengadaan, pemeliharaan, perbaikan dan dukungan logistik;

9)      Pelaksanaan administrasi dan kerumahtanggaan.

 

Dalam menjalankan tugas dan fungsi tersebut, Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok terdiri dari :

 

a.    Sub Bagian Tata Usaha

Melakukan urusan kepegawaian, surat menyurat dan kearsipan, hubungan masyarakat,  rumah tangga, keuangan, pengumpulan, pengelolaan data dan informasi, serta penyusunan statistik, peta kerawanan dan laporan.

 

b.   Seksi Operasi

Melakukan penyususnan rencan dan program, evaluasi pelaksanaan operasi dan penegakan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran, penyidikan terhadap tindak pidana pelayaran, pengawasan dan penertiban kegiatan salvage dan pekerjaan bawah air, penyelaman, instalasi/eksplorasi dan eksploitasi, bangunan di atas dan di bawah air, pemberian bantuan pencarian dan pertolongan musibah di laut, penanggulangan kebakaran, pengamanan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran, penanggulangan pencemaran di perairan laut dan pantai serta pelatihan pengawakan kapal dan instalasi.

 

c.    Seksi Sarana dan Prasarana

Melakukan penyusunan rencana kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, perbaikan, inventarisasi dan penyiapan penghapusan sarana dan prasarana serta pendistribusian logistik.

 

d.    Kelompok Jabatan Fungsional

Melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 


  1. B.   DATA DUKUNG

REKAPITULASI DATA HASIL OPERASI UNSUR KAPAL PANGKALAN PLP KELAS I TANJUNG PRIOK

BULAN JANUARI – DESEMBER 2010

NOMOR

BULAN

HASIL KEGIATAN OPERASI

TIBPAM LALU LINTAS KAPAL

WASPAM DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN

WASPAM EXPLORASI / EXPLOITASI

WASPAM SBN (SARAN BANTU NAVIGASI)

BANTUAN SAR

KEGIATAN LAIN-LAIN

KETERANGAN

WASPAM

PEMERIKSAAN DAN PENYIDIKAN

BERITA

KORBAN JIWA

DETEKSI

IDENTIFIKASI

TIBPAM

DIPEROSES

PERINGATAN

BEBAS

LAIN-LAIN

TERIMA BRA

AKSI

TUMP. MINYAK

LIMBAH KAPAL

BORING

PBA

LAIN-LAIN

BAIK

PADAM/RUSAK

HILANG

TERIMA

AKSI

SELAMAT

MENINGGAL

HILANG

LATIHAN (DN)

LATIHAN (LN)

PROTOKOLER

KOORDINASI

LAIN-LAIN

 

1

JANUARI

 

2

FEBRUARI

 

3

MARET

40

9

4

80

2

1

 

4

APRIL

31

14

1

17

7

115

3

11

 

5

MEI

23

26

8

41

8

160

5

9

 

6

JUNI

49

12

20

41

29

125

14

5

2

1

 

7

JULI

70

42

36

21

178

13

7

1

 

8

AGUSTUS

40

32

6

30

206

6

8

 

9

SEPTEMBER

34

36

7

16

216

4

11

1

1

6

1

 

10

OKTOBER

37

9

21

7

137

4

4

2

1

1

 

11

NOPEMBER

23

24

16

19

24

132

2

7

4

3

1

 

12

DESEMBER

15

14

15

12

212

5

5

1

1

 

JUMLAH

362

209

37

17

203

158

1,561

58

68

10

7

7

1

2

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.   ANALISA MASALAH

Sebagaimana telah dijelaskan pada uraian terdahulu bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran agar makalah ini dapat berguna sebagai salah satu  bahan pertimbangan bagi pimpinan dilingkungan Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok maupun Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperhatikan pentingnya Penyidikan dan Penyelidikan tindak pidana Pelayaran sehingga tercapainya kelancaran lalu lintas angkutan laut dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan laut dan pantai dan memberikan gambaran sekaligus agar dapat berguna sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi para penyidik dilingkungan Kantor Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dapat bekerja dengan baik. Untuk itu maka perlu dibahas tentang permasalahan yang terjadi dalam rangka penyidikan tindak pidana pelayaran di wilayah kerja Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok.

Masalah-masalah yang saat ini dihadapi oleh Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok adalah sebagai berikut :

  1. Pelanggaran terhadap peraturan Perhubungan laut di perairan laut dan pantai di wilayah kerja Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok sangat banyak. Baik pelanggaran itu dilakukan diatas kapal di perairan atau di dalam peraiaran, seperti gangguan keamanan diatas kapal berupa pencurian, perompakan, pemenuhan syarat-syarat kelaiklautan kapal, pencemaran laut, pencurian alat Sarana Bantu Navigasi, pembuangan limbah di laut, explorasi laut yang berlebihan. Keterbatasan anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang yang tersedia dalam DIPA, merupakan permasalahan utama untuk menjaga dan mengadakan sarana dan prasarana, terutama tidak adanya anggaran untuk penyidikan dan penyelidikan. Memang masalah anggaran merupakan masalah yang lazim di instansi pemerintah. Kondisi yang diharapkan dari anggaran ini untuk yang akan datang adalah tersedianya anggaran yang cukup untuk perawatan / perbaikan kapal-kapal patroli. Dan mengingat pentingnya penyidikan dalam anggaran DIPA tidak ada alokasi dana untuk penyidikan padahal tugas dan fungsi dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok salah satunya adalah penyidikan. Karena penyidikan membutuhkan dana yang cukup banyak. Penyidikan di mulai dari :

a)    Menerima laporan kejadian seorang penyidik harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum menentukan tersangka dengan cara interview, observasi, dan terkadang harus survailance. Ini memerlukan dana yang cukup maka perlu adanya anggaran dari pemerintah.

b)   Tindakan yang perlu mengeluarkan dana juga dilakukan oleh seorang penyidik dengan tindakan memanggil atau menangkap tersangka, memanggil saksi, meminta bantuan ahli maupun meminta keterangan korban. Pemanggilan apabila tidak diindahkan oleh tersangka, saksi karena alasan yang wajar maka seorang penyidik perlu membawa tersangka/saksi untuk dimintai keterangan. Apabila seorang tersangka/saksi ada di luar kota maka perlu di jemput atau seorang penyidik melakuakan pemeriksanaan di mana tersangka/saksi berada, hal ini memerlukan dana yang cukup banyak. Ini baru satu kasus bagaimana kalau puluhan kasus seperti diatas.

c)    Menangkap adalah tindakan seorang penyidik yang tindak lanjutnya adalah penahanan tersangka apabila dipandang tersangka akan melarikan diri setelah ada bukti awal yang meyakinkan bahwa tersangka terbukti melanggar tindak pidana pelayaran. Penahanan ini merupakan masalah penyidik, apabila Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok tidak ada ruang tahanan maka seorang tersangka bisa dititipkan ke Polisi. Dalam menahan juga  memerlukan biaya permakanan bagi tersangka.

d)    Masalah penyitaan juga apabila dipandang perlu maka Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok harus menyediakan tempat khusus apabila barang tersebut adalah barang berbahaya, biaya yang harus dikeluarkan adalah dalam rangka pengamanan barang-barang agar tetap utuh.

  1. Armada kapal yang kurang, yang walaupun Kantor Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok telah ditambah 2 (dua) unit kapal kelas I, tetapi mengingat usia dan kondisi teknis kapal-kapal kelas II sudah tua dan sangat menurun kemampuannya, sehingga daya jangkau operasionalnya sudah sangat terbatas, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa kita mengetahui bahwai perairan Indonesia sangat luas, sedangkan kapal patroli yang dimiliki oleh Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok adalah :

a)    2 (dua) unit Kapal Kelas I yang kondisinya 90 %

b)   4 (empat) unit Kapal Kelas II yang Kondisinya 70 % – 80 %

c)    2 (dua) unit Kapal Kelas II yang Kondisinya 50 % – 70 %

d)    2 (dua) unit Kapal Kelas II yang kondisinya > 50 %

Ini merupakan alat bagi Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok untuk melakukan tugas yang berat. Karena wilayah perairan Indonesia bagian Barat harus dijaga dari pelanggaran tindak pidana pelayaran.

  1. Menurunnya jiwa kesemaptaan SDM yang dikarenakan tingkat kesejahteraan yang rendah sedangkan tugas yang di emban sangat berat dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Alasan klasik memang tetai ini adalah kenyataan instansi Pemerintah yang menggaji Pegawai Negeri Sipil tidak sesuai dengan beban kerja sehingga menimbulkan kurangnya prestasi pegawai dalam tugasnya.
  2. Penyidik dalam organisasi Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok merupakan Kelompok tenaga Fungsional yang diatur oleh undang-undang, dan penyidik merupakan seorang yang sangat penting dalam menangani kasus-kasus tindak pidana pelayaran. Pada Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok masih kurangnya tenaga penyidik yang mempunyai SKEP Penyidik merupakan maslah yang dihadapi sekarang ini. Melihat dari data dukung diatas sebagaimana tindakan penertiban dan pengamanan lalu lintas kapal di perairan laut dan pantai selama satu tahun yang dilakukan pemeriksaan dan penyidikan sebanyak 378 kasus tetapi yang diperoses hanya sebanyak 17 kasus. Kehilangan SBN sebanyak 68 kasus Ini membuktikan bahwa Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok harus mempunyai tenaga Penyidik yang handal dan mempunyai legalitas.

 

  1. B.   PEMECAHAN MASALAH

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok sebagai salah satu ujung tombak terwujudnya visi dan misi Direktorat Jenderal Perhubungan laut dalam penegakan hukum di laut dan pantai khususnya di bidang keselamatan pelayaran, maka dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sangat dibutuhkan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan anggaran yang memadai. Pemenuhan akan kebutuhan diatas dimaksud untuk meningkatkan kinerja Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok yang berkelanjutan, oleh karena itu sebagai gambaran diharapkan terwujud suatu suasana yang kondusif serta mampu menopang pelaksanaan tugas dan fungsinya. Maka diharapkan :

  1. Tersedianya anggaran yang cukup untuk perawatan / perbaikan kapal-kapal kelas I dan rehabilitasi untuk kapal-kapal kelas II, agar tetap siap dan prima untuk dioperasikan
  2. Tersedianya anggaran untuk penyidikan
  3. Peningkatan kesejahteraan pegawai
  4. Peningkatan SDM dalam bidang Penyidikan

Sedangkan permasalahan yang dihadapi haruslah diminimalisir dengan keadaan yang ada sekarang dan memaksimalkan sumberdaya manusia serta sarana dan prasarana yang ada dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Dengan adanya keterbatasan anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang yang tersedia dalam DIPA, bagi pimpinan dibantu pengelola keuangan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dimasa mendatang harus lebih jeli dan akurat lagi dalam penyusunan DIPA serta berkoordinasi dengan Bagian Keuangan Ditjen Hubla agar tahun yang akan datang dapat mengusulkan anggaran bagi perbaikan dan pemeliharaan kapal dapat diutamakan, kalau perlu karena terbatasnya kapal mengaanggarkan pembelian kapal patroli baru.
  2. Mengusulkan  mata anggaran baru yaitu masalah penyidikan serta tunjangan bagi penyidik mengingat pentingnya penyidikan dalam anggaran DIPA tidak ada alokasi dana untuk penyidikan padahal tugas dan fungsi dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok salah satunya adalah penyidikan. Karena penyidikan membutuhkan dana yang cukup banyak. Dan kita juga jangan berkecil hati masalah penyidikan apabila tidak bisa dilakukan di Kantor PLP Kelas I Tanjung Priok penyidikan dapat mengoptimalkan keadaan yang ada dengan kondisi yang ada dalam operasi kapal patroli juga bisa melakukan penyidikan.
  3. Masalah kurangnya armada kapal patroli, dimana kita lihat data diatas bahwa Kantor Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok telah ditambah 2 (dua) unit kapal kelas I, tetapi mengingat usia dan kondisi teknis kapal-kapal kelas II sudah tua dan sangat menurun kemampuannya, sehingga daya jangkau operasionalnya sudah sangat terbatas, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa kita mengetahui bahwai perairan Indonesia sangat luas, sedangkan kapal patroli yang dimiliki oleh Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok sangat terbatas, hal ini dapat diatasi dengan berkoordinasi dengan Bakorkamla, TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan unsur terkait yang sama-sama melaksanakan tugas di wilayah peraiaran Laut dan Pantai. Tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan secara terus-menerus, pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga harus lebih siap dalam melaksankan penegakan peraturan Perhubungan laut itu sendiri agar tercapainya keselamatan pelayaran dan kelancaran lalu lintas angkutan laut, serta tidak lagi ada gangguan keamanan serta pencurian Sarana Bantu Navigasi.
  4. Menurunnya jiwa kesemaptaan SDM yang dikarenakan tingkat kesejahteraan yang rendah sedangkan tugas yang di emban sangat berat dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Alasan klasik ini yang menyebabkan kurangnya prestasi pegawai dalam tugasnya. Hal ini memang sudah di pikirkan oleh pemerintah umumnya dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerjasama dengan Departemen Keuangan untuk segera merealisasikan Remonerasi gaji yang dijanjikan oleh pemerintah yang sekarang sedang di bahan Oleh Menpan RI. Menurut penulis untuk kesejahteraan mutlak diwujudkan tetapi untuk saat ini agar seorang pegawai dapat terus berprestasi sehingga pendapatannya meninggkat adlah dengan cara menduduki jabatan fungsional yang di terbitkan oleh Dirjen Hubla. Dengan adanya Jabatan fungsional Pengawas Keselamatan Pelayaran yang diterbitkan oleh Oleh Dirjen Hubla Permasalahan mengenai kurangnya kesejahteraan pegawai yang menimbulkan kurangnya prestasi kerja dapat kita lihat bahwa dengan adanya Pengangkatan Jabatan Fungsional apabila seorang pegawai itu rajin maka akan dapat meningkatkan kesejahteraannya. Dengan adanya kenaikan pangkat yang dipermudah dan dalam waktu minimal 2 (dua) tahun maka gaji akan bertambah, dengan peningkatan gaji maka tingkat kesejahteraannya akan bertambah. Rencana kedepan Pejabat fungsional akan diberikan Tunjangan Fungsional sesuai Jabatan dan pangkatnya. Tentunya hal tersebut akan meningkatkan kesejahteraan pegawai.
  5. Kurangnya tenaga penyidik perlu adanya pengusulan pegawai Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok untuk mengikuti Diklat PPNS dan setelah itu diangkat sebagai penyidik oleh Depkumham. Selain penyidik yang mempunyai SKEP dari Depkumham sebagai seorang Nahkoda Kapal juga termasuk seorang penyidik walaupun dia tidak mempunyai SKEP Penyidik dari Depkumham sebagaimana dinyatakan dalam TZMKO. Dengan demikian harapan akan tercapai dalam penyelesaian kasus-kasus yang begitu banyak di perairan Laut dan pantai Indonesia yang sangat banyak. Diharapkan dengan adanya tenaga-tenaga penyidik yang baru dan mempunyai legalitas yang kuat dapat berguna dalam penyelesaian kasus, juga dengan banyaknya penyidik di pangkalan PLP Kelas I tanjung Priok dapat terbentuk juga tim advokasi apabila ada permasalahan yang  mengakibatkan praperadilan akibat kesalahan penyidikan.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.   KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan dan penelitian penulis pada Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok khususnya penelitian mengenai Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Penyidikan tindak Pidana Pelayaran diwilayah kerja Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Dimana dari hasil penelitian tahun 2006, hasil dari penelitian adalah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Sarana dan Prasarana yang memadai dalam proses penyidikan tindak pidana pelayaran di perairan laut dan pantai. Walaupun demikian ada beberapa masalah yang perlu di perhatiakan untuk terus meningkatkan terus kinerja pegawai Kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok sehingga sebagaimana tujuan institusi melaksanakan keselamatan pelayaran dan penegakan peraturan Pelayaran diwilayah Peraiaran Luat dan Pantai dapat tercapai. Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok sebagai salah satu ujung tombak terwujudnya visi dan misi Direktorat Jenderal Perhubungan laut dalam penegakan hukum di laut dan pantai khususnya di bidang keselamatan pelayaran, mengharapkan Tersedianya anggaran yang cukup untuk perawatan / perbaikan kapal-kapal kelas I dan rehabilitasi untuk kapal-kapal kelas II, agar tetap siap dan prima untuk dioperasikan, tersedianya anggaran untuk penyidikan, peningkatan kesejahteraan pegawai, peningkatan SDM dalam bidang Penyidikan. Sedangkan permasalahan yang dihadapi keterbatasan anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang yang tersedia dalam DIPA, kurangnya armada kapal patroli, menurunnya jiwa kesemaptaan SDM yang dikarenakan tingkat kesejahteraan yang rendah sedangkan tugas yang di emban sangat berat dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa dan kurangnya tenaga penyidik.

 

  1. B.   SARAN-SARAN

Dari masalah masalah yang dihadapi kantor Pangkalan Penjagaan Laut & Pantai Kelas I Tanjung Priok maka dapat penulis menyarankan sebagai berikut :

  1. Dengan adanya keterbatasan anggaran pemeliharaan dan pengadaan barang yang tersedia dalam DIPA, bagi pimpinan dibantu pengelola keuangan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dimasa mendatang harus lebih jeli dan akurat lagi dalam penyusunan DIPA serta berkoordinasi dengan Bagian Keuangan Ditjen Hubla agar tahun yang akan datang dapat mengusulkan anggaran bagi perbaikan dan pemeliharaan kapal dapat diutamakan, kalau perlu karena terbatasnya kapal mengaanggarkan pembelian kapal patroli baru.
  2. Mengusulkan  mata anggaran baru yaitu masalah penyidikan serta tunjangan bagi penyidik mengingat pentingnya penyidikan dalam anggaran DIPA tidak ada alokasi dana untuk penyidikan padahal tugas dan fungsi dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok salah satunya adalah penyidikan. Karena penyidikan membutuhkan dana yang cukup banyak. Dan kita juga jangan berkecil hati masalah penyidikan apabila tidak bisa dilakukan di Kantor PLP Kelas I Tanjung Priok penyidikan dapat mengoptimalkan keadaan yang ada dengan kondisi yang ada dalam operasi kapal patroli juga bisa melakukan penyidikan.
  3. Berkoordinasi dengan Bakorkamla, TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan unsur terkait yang sama-sama melaksanakan tugas di wilayah peraiaran Laut dan Pantai. Tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan secara terus-menerus, pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga harus lebih siap dalam melaksankan penegakan peraturan Perhubungan laut itu sendiri agar tercapainya keselamatan pelayaran dan kelancaran lalu lintas angkutan laut, serta tidak lagi ada gangguan keamanan serta pencurian Sarana Bantu Navigasi.
  4. Menurut penulis untuk kesejahteraan mutlak diwujudkan tetapi untuk saat ini agar seorang pegawai dapat terus berprestasi sehingga pendapatannya meninggkat adlah dengan cara menduduki jabatan fungsional yang di terbitkan oleh Dirjen Hubla. Dengan adanya Jabatan fungsional Pengawas Keselamatan Pelayaran yang diterbitkan oleh Oleh Dirjen Hubla Permasalahan mengenai kurangnya kesejahteraan pegawai yang menimbulkan kurangnya prestasi kerja dapat kita lihat bahwa dengan adanya Pengangkatan Jabatan Fungsional apabila seorang pegawai itu rajin maka akan dapat meningkatkan kesejahteraannya. Dengan adanya kenaikan pangkat yang dipermudah dan dalam waktu minimal 2 (dua) tahun maka gaji akan bertambah, dengan peningkatan gaji maka tingkat kesejahteraannya akan bertambah. Rencana kedepan Pejabat fungsional akan diberikan Tunjangan Fungsional sesuai Jabatan dan pangkatnya. Tentunya hal tersebut akan meningkatkan kesejahteraan pegawai.
  5. Mengusulkan pegawai Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok untuk mengikuti Diklat PPNS dan setelah itu diangkat sebagai penyidik oleh Depkumham. Selain penyidik yang mempunyai SKEP dari Depkumham sebagai seorang Nahkoda Kapal juga termasuk seorang penyidik walaupun dia tidak mempunyai SKEP Penyidik dari Depkumham sebagaimana dinyatakan dalam TZMKO. Dengan demikian harapan akan tercapai dalam penyelesaian kasus-kasus yang begitu banyak di perairan Laut dan pantai Indonesia yang sangat banyak. Diharapkan dengan adanya tenaga-tenaga penyidik yang baru dan mempunyai legalitas yang kuat dapat berguna dalam penyelesaian kasus, juga dengan banyaknya penyidik di pangkalan PLP Kelas I tanjung Priok dapat terbentuk juga tim advokasi apabila ada permasalahan yang  mengakibatkan praperadilan akibat kesalahan penyidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s