tugas mandiri nano darmawansyah nim 224407062

Posted: Oktober 7, 2011 in Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Dalam kemajuan dunia transportasi, teknologi dan perdagangan yang berkembang diseluruh negara memerlukan alat transportasi sebagai urat nadi perekonomian  untuk memindahkan suatu barang dari satu tempat ketempat lainnya. Di dalam kegiatan ekonomi pasti tidak lepas dari alat transportasi yang membantu proses distribusi dengan menggunakan transportasi darat, laut, dan udara.

Alat transportasi pada masa kini memiliki teknologi yang lebih baik dari sebelumnya dapat memperlancar arus logistik yang sangat penting dalam proses produksi pabrik-pabrik di Indonesia maupun di negara lain.

Dalam mengatasi banyaknya permintaan pasar maka dibutuhkan keefisiensi waktu dan biaya produksi untuk memenuhi ketepatan waktu dalam pemesanan kebutuhan pelanggan. Perusahaan manufaktur memiliki beberapa cara agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar sesuai Standard Operational Procedure (SOP).
Untuk memenuhi banyaknya permintaan pelanggan terhadap kendaraan roda empat yang dapat membawa penumpang atau barang dibutuhkan kecepatan dalam memproduksi dan memperbanyak barang  jadi (mobil) tanpa harus mengurangi kualitas dari produksi tersebut baik pada G – Line maupun I – Line.Pada perusahaan manufaktur mobil seperti PT. Suzuki Indomobil Motor  Plant TB II, memiliki 2 line untuk memperlancar produksi mobil yaitu G – Line dan I – Line. G – Line merupakan line untuk memproduksi mobil Suzuki APV dan Suzuki Carry Futura 1.500 cc, sedangkan I – Line untuk memproduksi mobil Suzuki Swift, Suzuki Grand Vitara, Suzuki SX-4, dan Suzuki New Baleno .

Dengan demikian, waktu proses produksi harus efisien agar dapat meningkatkan jumlah hasil produksi. Dengan mengurangi waktu proses produksi dapat mengurangi jumlah biaya produksi yang tinggi, dan mempercepat proses alur raw material dari gudang ketempat produksi. Semakin cepat waktu alur proses produksi dan pengiriman material semakin besar pula barang yang dihasilkan dari proses produksi tersebut. Namun pada kenyataan yang sering terjadi keterlambatan dalam proses pendistribusian material yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor alam atau faktor sarana transportasi dan faktor-faktor lainnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul “Analisis Faktor Keterlambatan Pendistribusian Material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II  Tahun 2010”.

 

  1. B.     Perumusan Masalah
    1. 1.      Identifikasi Masalah

Permasalahan yang terjadi dilapangan secara garis besar dapat diiidentifikasi sebagai berikut :

  1. Kurangnya karyawan menyadari pentingnya kegiatan penanganan material sesuai dengan SOP (Standard Operational Procedure) pada PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.
  2. Keterlambatan pendistribusian stock material di gudang Planning Material Control (PMC) PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.
  3. Gudang dan peralatan yang digunakan PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II kurang memadai.
  4. Tempat parkir kendaraan truk di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II untuk kegiatan bongkar muat masih terbatas.
  5. 2.      Batasan Masalah

Untuk membatasi masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, masalahnya difokuskan hanya pada keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.

  1. 3.      Pokok Masalah
    1. Bagaimana proses pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II pada tahun 2010?
    2. Apa faktor – faktor penyebab keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II pada tahun 2010?
    3. Apa akar permasalahan dari keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II pada tahun 2010?
    4. Bagaimana tindakan efektif  dan solusi atas akar permasalahan terjadinya keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010?

 

 

  1. C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah:

  1. Untuk mengetahui proses pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010.
  2. Untuk mengetahui faktor–faktor penyebab keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010.
  3. Untuk mengetahui akar permasalahan keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010.
  4. Untuk mengetahui tindakan dan solusi atas akar permasalahan terjadinya  keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010.
  5. 2.      Manfaat Penelitian
    1. Bagi Penulis

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis khususnya yang berkaitan dengan faktor penyebab keterlambatan pendistribusian material di PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II serta sebagai salah satu syarat kelulusan dalam kelulusan program Strata 1 (S1)  pada Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti.

  1. Bagi PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II

Sebagai bahan masukan dalam mengatasi keterlambatan pendistribusian material di PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.

 

 

  1. Bagi Lembaga

Dapat dipergunakan sebagai tambahan pengetahuan atau informasi bagi rekan-rekan mahasiswa/i serta bahan referensi bagi pihak lain atau masyarakat yang melakukan penelitian selanjutnya.

 

  1. D.    Metodologi Penelitian
    1. 1.      Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang akan diambil untuk melakukan proses penelitian ini merupakan data kualitatif yang dikuantitatifkan yang berisikan jumlah data-data distribusi yang akan diproses pada penelitian ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diperoleh langsung dari lapangan dan objek penelitian dan dokumen yang ada di PT. Suzuki Indomobil Motor  Plant Tambun II.

  1. 2.      Populasi dan Sampel
    1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II yang berjumlah 2000 orang.

  1. Sampel

Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Sampel dalam penelitian ini adalah para karyawan bagian Planning Material Control  PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II sebanyak 36 responden yang dianggap mewakili dan dokumen-dokumen perusahaan berupa laporan distribusi.

  1. 3.      Metode Penelitian

Metode merupakan suatu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah :

  1. Observasi

Penulis memperoleh data dengan cara terjun langsung ke lapangan serta mengamati dan mencatat segala sesuatu yang terjadi di lapangan untuk kemudian dijadikan masukan atau bahan penulisan skripsi.

  1. Wawancara

Penulis melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang berwenang untuk memberikan informasi yang dibutihkan dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.

  1. Kuisioner

Penulis membuat membagikan kuisioner yang berisi pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti yang akan diisi oleh para responden.

  1. Dokumen

Mencatat data yang ada diperusahaan baik berupa dokumen laporan atau arsip yang berkaitan dengan masalah penelitian yang akan diolah oleh penulis.

  1. Penelitian Kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan dengan membaca berbagai bahan literatur berupa jurnal, hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan dan artikel-artikel yang terkait dengan masalah penelitian.

  1. 4.      Teknik Analisis

Dalam rangka mengetahui faktor penyebab keterlambatan pendistribusian material di PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II tahun 2010, maka penulis menggunakan alat analisis diagram sebab akibat atau fishbone.

Pendekatan Diagram Sebab akibat ini menurut Vincent Gaspersz (1998:79) adalah “Diagram yang menunjukan hubungan antara sebab dan akibat.” Diagram tersebut dipergunakan untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) penurunan produktivitas dan karakteristik (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab itu.

Diagram sebab akibat ini sering juga disebut sebagai diagram tulang ikan (fishbone diagram) karena bentuknya seperti kerangka ikan. Diagram ini pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1953 sehingga dikenal sebagai Diagram Ishikawa (Ishikawa’s Diagram).

Diagram tulang ikan atau fishbone diagram adalah salah satu metode/tool di dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan cause effect diagram. Penemunya adalah seorang ilmuwan Jepang pada tahun 60-an. bernama Dr. Kaoru Ishikawa.

Gambar I.1

                            Diagram Sebab – Akibat

Money

Media

Materials

Methods

 

 

m

AKIBAT

akar penyebab     akar penyebab     akar penyebab       akar penyebab

Dapat diperkirakan  akar penyebab   akar penyebab  akar penyebab

Predicable causes

Motivation

Machines

Manpower

 

 

 

Sumber: Vincent Gaspersz (2002:107)

Mengenai hal ini Vincent Gaspersz (2002:106-108) menjelaskan:

Hubungan keterkaitan sebab-akibat telah mengkategorikan sumber-sumber penyebab berdasarkan prinsip 7M, yaitu:

  1. Manpower (tenaga kerja): berkaitan dengan kurangnya pengetahuan.
  2. Machines (mesin-mesin dan peralatan): berkaitan dengan tidak adanya sistem perawatan.
  3. Methods (metode kerja): berkaitan dengan prosedur dan metode kerja.
  4. Materials (bahanbaku dan bahan penolong): berkaitan dengan tidak adanya spesifikasi kualitas dari bahanbaku dan bahan penolong yang digunakan.
  5. Media (media) : berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang tidak memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan dan keselamatan kerja.
  6. Motivation (motivasi): berkaitan dengan tidak adanya sikap kerja yang benar dan professional.
  7. Money (keuangan): berkaitan dengan tidak adanya dukungan financial

Berdasarkan hal di atas, maka dapat disusun langkah-langkah solusi masalah yang efektif, yaitu:

  1.  Mendefinisikan masalah secara tertulis, yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1)        Apa (What): Apa yang menjadi Akibat Utama (Primary Effect) dari masalah itu?

2)        Bilamana (When): Kapan masalah itu terjadi: sewaktu-waktu atau sepanjang waktu?

3)        Di mana (Where): Di mana masalah itu terjadi: lokasi dalam sistem, fasilitas, atau komponen?

4)        Mengapa (Why): Mengapa anda serius memperhatikan masalah ini, berkaitan dengan signifikasi dampak masalah itu?

  1. Membangun diagram sebab-akibat yang dimodifikasi (lihat diagram I.1) untuk mengidentifikasi: (a) akar penyebab masalah itu, dan (b) penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan, namun dapat diperkirakan.
  2. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram sebab-akibat yang mengkategorikan berdasarkan prinsip 7M (Manpower-tenaga kerja, Machines-mesin-mesin, Methods-metode kerja, Material-bahan baku dan bahan penolong, Motivation-motivasi, Media-lingkungan dan waktu kerja, dan Money-dukungan financial yang diberikan), sedangkan penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun dapat diperkirakan, didaftarkan pada diagram sebab-akibat itu secara tersendiri.
  3. Mengidentifikasi tindakan atau solusi yang efektif dengan memperhatikan dan mempertimbangkan:

1)             Pencegahan terulangnya penyebab-penyebab itu.

2)             Tindakan yang diambil harus berada dibawah pengendalian kita, dan

3)             Pencapaian tujuan strategis dan target yang ditetapkan.

e. Setiap tindakan perbaikan seyogyanya didaftarkan ke dalam rencana  tindakan (action plan) yang memuat secara jelas setiap tindakan perbaikan atau peningkatan, mengikuti prinsip 5W-2H yang artinya :

1)         What– apa tindakan peningkatan yang diajukan?,

2)         When– bilamana tindakan peningkatan itu akan dimulai diterapkan?,

3)         Where– dimana tindakan peningkatan itu akan diterapkan?,

4)        Who– siapa yang akan bertanggung jawab terhadap implementasi dari tindakan peningkatan itu?,

5)        Why– mengapa tindakan peningkatan itu yang diprioritaskan untuk diterapkan?,

6)        How– bagaimana langkah-langkah dalam penerapan tindakan peningkatan itu?,

7)        How Much– berapa besar manfaat yang akan diterima dari implementasi tindakan peningkatan itu dan berapa besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai implementasi dari tindakan peningkatan itu?. (Vincent Gaspersz. 2002:106-108).

Berdasarkan hal di atas, Vincent Gaspersz (2002:106-108) menjelaskan dapat disusun langkah-langkah solusi masalah yang efektif, yaitu:

  1. Mendefinisikan masalah secara tertulis
  2. Membangun diagram sebab-akibat yang dimodifikasi (lihat diagram I.1).
  3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram sebab-akibat.
  4. Mengidentifikasi tindakan atau solusi yang efektif.
  5. Menerapkan atau melakukan implementasi terhadap solusi atau tindakan-tindakan yang diajukan tersebut.

Diagram tulang ikan terdiri dari permasalahan utama dan penyebab utama. Jadi, penyebab utama dihubungkan dengan permasalahan utama melalui cabang utama. Tiap cabang utama memiliki cabang-cabang penyebab yang lebih kecil dimana tiap cabang memiliki hubungan dengan penyebab utama dan memiliki rangkaian penyebab yang lebih spesifik.

Pembuatan diagram tulang ikan memerlukan brainstorming untuk menentukan permasalahan dan menganalisa penghambat pengiriman material.

  1. E.     Sistematika Penulisan

Untuk  mempermudah penyusunan skripsi ini telah melakukan pembagian yang terdiri dari 5 (lima) Bab dan setiap Bab dibagi kedalam beberapa sub Bab dengan penjelasan sebagai berikut :

 

 

BAB I          PENDAHULUAN

Pada Bab ini penulis mengemukakan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan, dan manfaat penelitian, metodologi dan sistematika.

BAB II         LANDASAN TEORI

Berisi landasan teori yang menunjang penelitian ini antara lain manajemen, manajemen logistik, manajemen distribusi, manajemen sumberdaya manusia, manajemen persediaan, manajemen operasi dan produksi serta konsep metode pengembangan konsep dari analisis Fishbone.

BAB III       GAMBARAN UMUM PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR PLANT TAMBUN II

Pada Bab ini penulis menggambarkan tentang sejarah singkat perusahaan, organisasi dan manajemen serta kegiatan usaha dari PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.

BAB IV       ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada Bab ini penulis melakukan analisis dan pembahasan masalah-masalah yang ada dalam penelitian ini.

BAB V         PENUTUP

Bab ini merupakan Bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dan menyampaikan saran-saran yang kiranya bermanfaat bagi PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s