Posted: Januari 10, 2012 in Uncategorized

Makalah Manajemen Pemasaran
NAMA : Ervan Yunisa
NIM : 224409012
KELAS : GAB

Judul : MEMPOSISIKAN TAWARAN KITA KEPASAR MELALUI SIKLUS DAUR HIDUP PRODUK DAN PENGEMBANGAN TAWARAN PRODUK BARU KE PASAR

Setiap produk baru yang diluncurkan ke pasar akan melewati suatu daur hidup produk dengan berbagai persoalan dan peluang yang berubah-ubah. Riwayat suatu penjualan dari kebanyakan produk mencakup empat tahap :
1.Tahap Perkenalan
2.Tahap Pertumbuhan (growth)
3.Tahap Kedewasaan (maturity)
4.Tahap Kemunduran (decline)

Konsep daur hidup bisa dimanfaatkan oleh manajer agar bisa memahami dinamika produk dan pasar. Manfaat sesungguhnya bisa beragam tergantung dari situasi pengambilan keputusan. Sebagai alat perencanaan, konsep daur hidup produk bisa membantu memperjelas tantangan-tantangan pemasaran pada setiap tahap dan alternative strategi apa saja yang bisa digunakan perusahaan. Sebagai alat pengendalian, konsep ini membantu perusahaan dalam membandingkan prestasi dengan produksi sejenis dimasa lalu.

Sebenarnya pola daur hidup produk adalah selalu berubah-rubah, karena sulit menduga lamanya suatu tahap dan para manajer sendiri sering tidak bisa memastikan pada tahap apa produk mereka saat ini berada. Suatu produk mungkin kelihatannya mencapai tahap kedewasaan, padahal hanya mencapai saat mendatar pada tahap pertumbuhan untuk sementara sebelum menaiknya kurva untuk kedua kalinya. Pola daur hidup merupakan alat strategi pemasaran, bukan seperti siklus hidup organism yang alami dan pasti. Pola daur hidup menjadi akibat dari berbagai strategi pemasaran yang telah ditentukan perusahaan. Jika penjualan suatu produk menurun, manajer jangan segera mengambil kesimpulan bahwa produk sudah jelas masuk ke tahap kemunduran, karena masih dimungkinkan diambil langkah-langkah strategi pemasaran untuk menaikkan kembali penjualan.

Berikut akan diuraikan empat tahap Daur Hidup Produk beserta contoh strategi implementasi memposisikan tawaran produk kepasar (perusahaan-perusahaan industry) berupa Fasilitas Kepabeanan dan pengembangan produk baru berupa fasilitas Kawasan Berikat ke pasar (perusahan-perusahaan industry di Jawa Barat).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dalam hal ini Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat mengeluarkan/menerbitkan suatu produk/jasa berupa pemberian Fasilitas Kepabeanan dan Cukai. Berbagai macam fasilitas kepabeanan dan cukai telah di keluarkan pemerintah, tetapi untuk mempersempit pembahasan maka akan di uraikan hanya berupa pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan pengembangan produk fasilitas berupa Kawasan Berikat.

Kami uraikan terlebih dahulu fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB) ini sebelum mengimplementasikan kedalam pokok pembahasan utama.

Pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada perusahaan-perusahaan produsen yang kegiatan produksinya memerlukan bahan baku impor dan hasil produksinya terutama adalah ekspor. Fasilitas yang diberikan adalah berupa fasilitas pembebasan Bea Masuk & Cukai serta PPN & PPnBM tidak dipungut dan fasilitas pengembalian. Untuk mendapatkan fasilitas ini perusahaan wajib memiliki NIPER (Nomor Induk Perusahaan). Cara mendapatkan NIPER adalah perusahaan mengajukan DIPER (Daftar Isian Perusahaan), kemudian Tim KITE Kanwil DJBC Jawa Barat melakukan penelitian administrasi dan lapangan dan membuat Berita Acara. Persetujuan/penolakan akan diberikan paling lambat 3 hari sejak tanggal Berita Acara. Setelah mendapatkan NIPER, perusahaan produksen dapat melakukan kegiatan impor yang memperoleh fasilitas pembebasan pungutan Negara berupa bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan cara terlebih dahulu menaruh jaminan sebesar pungutan Negara tersebut. Apabila barang impor telah diolah/dirakit/dipasang pada barang lain telah dilakukan ekspor maka jaminan yang telah dibayarkan tadi bias di cairkan kembali.

Fasilitas pembebasan dan pengembalian diberikan untuk :

– Barang/bahan asal impor untuk diolah/dirakit/dipasang pada barang lain untuk tujuan ekspor diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor.

– Barang/bahan asal impor untuk diolah/dirakit/dipasang pada barang lain yang telah dibayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor-nya untuk tujuan ekspor dapat diberikan pengembalian

– Terhadap hasil olahan yang bahan bakunya asal impor yang diserahkan ke Kawasan Berikat dapat diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor atau pengembalian jika bea masuk dan pajak dalam rangka impor telah dibayar.

– Terhadap hasil produksi barang jadi 25% dari realisasi ekspor dapat dijual ke pasar bebas dengan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

– Terhadap hasil produksi sampingan, sisa hasil produksi,barang jadi yang rusak dan bahan baku asal impor dapat dijual ke pasar bebas dengan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Pengembangan dari produk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB) adalah berupa Kawasan Berikat (KB). Fasilitas Kawasan Berikat pelayanan lebih maksimal karena pungutan Negara berupa bea masuk dan pajak dalam rangka impor sama sekali tidak dibayar, tetapi hanya ditangguhkan artinya barang tidak dikenakan pungutan Negara dan pajak dalam rangka impor selama barang tersebut diekspor kembali sehingga tidak diperlukan lagi jaminan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor tadi. Di setiap perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat menyediakan ruangan yang memadai untuk ditempati petugas bea cukai yang akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada perusahaan. Perusahaan dapat meminta pelayanan kepabeanan melalui petugas bea cukai yang selalu stand by di perusahaan, sehingga perusahaan tidak perlu mendatangi Kantor Pelayanan Bea Cukai yang letaknya jauh dari perusahaan untuk mendapatkan pelayanan ekspor impor. Dengan adanya petugas yang selalu stand by ini akan menghemat waktu dan biaya pengurusan kegiatan kepabeanan.

Perlu kami sampaikan bahwa fasilitas kepabeanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ini adalah pelayanan public, maka target utama adalah bukan kepada profit oriented tetapi lebih utama kepada kepuasan pelayanan dan tujuan secara nasional yaitu untuk pencapaian tujuan pembangunan berupa :

– Memajukan industry dalam negeri

– Membuka lapangan kerja

– Mempengaruhi terhadap penerimaan Negara

Saat ini pelayanan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dilakukan di Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat jalan Asia Afrika 114 Bandung, sedangkan pelayanan fasilitas Kawasan Berikat ditangani oleh Kantor Pelayanan Bea Cukai Gedebage.

Berikut diuraikan tahap-tahap daur hidup produk secara umum beserta korelasinya dengan produk pelayanan yang ditawarkan pemerintah melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat berupa fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

I. TAHAP PERKENALAN

Pada tahap ini pertumbuhan penjualan lambat karena produk baru saja diperkenalkan di masyarakat konsumen. Biaya sangat tinggi sehingga produk tidak menghasilkan keuntungan sama sekali. Untuk memperkenalkan suatu produk baru, memerlukan waktu yang sangat lama sekali untuk mengisi ke jalur distribusi dan mendorongnya pada berbagai pasar. Jumlah keuntungan yang diperoleh selama tahap ini sangat sedikit atau bahkan merugi yang diakibatkan oleh rendahnya hasil penjualan yang disertai dengan tingginya biaya distribusi dan promosi.

Untuk memperkenalkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ke perusahaan-perusahaan industry di wilayah Jawa Barat dibutuhkan waktu yang tidak sedikit dan harus berkesinambungan dilakukan ke berbagai daerah.

Strategi Memposisikan Tawaran Produk Kita dalam Tahap Perkenalan

Dalam meluncurkan produk baru, manajer pemasaran bisa menetapkan setiap variable pemasaran pada tingkat yang tinggi atau rendah, seperti dalam hal harga, promosi, distribusi dan mutu produk. Bila pertimbangan pokok hanya pada harga dan promosi, bisa dilakukan salah satu dari empat strategi :

Promosi

Tinggi

Rendah

Tinggi

Menyaring Cepat

Menyaring Lambat

Harga

Rendah

Penerobosan Cepat

Penerobosan Lambat

Karena fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) merupakan pelayanan public yang tidak mencari keuntungan secara financial tetapi untuk memenuhi kepentingan yang hendak dicapai pemerintah, maka dalam contoh kasus berikut ini factor harga dikesampingkan, hanya mengutamakan factor promosi saja.
1.a. Strategi Menyaring Cepat dilakukan dengan menetapkan harga tinggi dan promosi gencar. Harga ditetapkan tinggi agar bisa diperoleh sebanyak mungkin laba kotor per unit. Promosi diselenggarakan besar-besaran untuk meyakinkan konsumen tentang nilai tinggi produk, walaupun dengan tingkat harga yang mahal. Promosi ini dimaksudkan untuk mempercepat laju penerobosan pasar. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar potensial belum menyadari kehadiran produk itu, pasar berminat membeli mampu membayar dengan harga berapapun dan perusahaan menghadapi pesaing potensial yang ingin membangun referensi atas mereknya.

Contoh implementasi :

Karena fasilitas KITE merupakan pelayanan public, maka hanya promosi yang gencar dan intensif dilakukan, antara lain dilakukan penyuluhan, sosialisasi, mendatangi perusahaan (jemput bola) untuk menyampaikan materi fasilitas KITE ini dan membuka layanan live/online 24 jam melalui website atau petugas jaga siaga/piket.
1.b. Strategi Menyaring Lambat dipilih dengan menetapkan harga mahal dan promosi yang rendah. Tujuan penetapan harga tinggi adalah agar bisa dihasilkan setinggi mungkin laba kotor per unit, sedangkan rendahnya promosi dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar. Kombinasi ini diharapkan bisa menjaring keuntungan yang besar. Strategi ini akan berhasil jika luas pasar terbatas, sebagian besar pasar menyadari kehadiran produk ini, pembeli mau membayar mahal dan persaingan potensial tidak tampak.

Contoh implementasi :

Promosi hanya dilakukan dengan mencetak brosur, pamphlet, sticker atau spanduk dengan menonjolkan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh suatu perusahaan jika menggunakan fasilitas KITE ini.
1.c. Strategi Penerobosan Cepat dilakukan dengan penetapan harga rendah didukung promosi yang gencar. Dengan strategi ini diharapkan menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan menjangkau market share yang luas. Akan berhasil jika ukuran pasar sangat luas, pasar tidak menyadari kehadiran suatu produk, kebanyakan konsumen sangat peka terhadap harga, ada indikasi persaingan potensial yang hebat dan harga pokok produksi cenderung turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya pengalaman produksi yang diperoleh.

Contoh implementasi :

Penyuluhan, sosialisasi yang telah dilakukan tersebut lebih digiatkan lagi dengan cara menambah tim penyuluh, dengan menambah jam kegiatan ataupun ekspansi ke daerah lain yang belum pernah diberikan penyuluhan sehingga para perusahaan akan semakin banyak yang mengetahui dan paham akan pentingnya manfaat fasilitas KITE ini.
1.d. Strategi Penerobosan Lambat dilakukan dengan penentuan harga dan promosi yang rendah. Harga rendah akan mempercepat diterimanya produk oleh konsumen dan rendahnya promosi dimaksudkan agar tercapai lebih banyak laba bersih bagi perusahaan. Biasanya permintaan sangat peka terhadap harga tetapi kurang peka akan promosi. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, pasat sangat menyadari kehadiran produk, pasar peka terhadap tingkat hartga dan hanya sedikit persaingan potensial.

Contoh implementasi :

Brosur, pamphlet, spanduk yang telah dicetak disebar ke daerah-daerah lain yang belum mengetahui adanya fasilitas KITE.

II. TAHAP PERTUMBUHAN

Pada tahap ini pasar dengan cepat menerima produk baru sehingga penjualan melonjak dan menghasilkan keuntungan yang besar. Melonjaknya hasil penjualan merupakan tanda jelas berlangsungnya tahap pertumbuhan. Sebagian konsumen yang merupakan pelopor merasa puas dengan produk baru tersebut kemudian diikuti mayoritas konsumen. Biasanya akan memikat pesaing baru untuk ikut terjun ke pasar dengan mengenalkan ciri-ciri produknya dan berakibat lanjut dengan meluasnya pasar. Bertambahnya pesaing akan mendorong meluasnya saluran distribusi, hal ini harus diikuti pula dengan mebanjirnya produk untuk mengisi saluran distribusi tadi.

Pada tahap ini terlihat dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan industry yang sebelumnya perusahaan biasa segera mendaftarkan diri beralih menjadi pengguna fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Strategi pemasaran dalam memposisikan tawran kita dalam tahap ini adalah untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin, dengan cara :
1.Meningkatkan mutu produk dan penambahan ciri serta model produk

Contoh implementasi :

Meningkatkan waktu pelayanan pengurusan NIPER
1.Memasuki segmen pasar yang baru

Contoh implementasi :

Menawarkan fasilitas KITE ini kepada perusahaan-perusahaan milik pemerintah (BUMN).
1.Memanfaatkan saluran distribusi yang baru

Contoh implementasi : Jika selama ini pengenalan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor hanya melalui sosialisai/penyuluhan, maka bisa mencoba menggunakan cara baru yaitu dengan bakti social atau dibarengi dengan konser music.
1.Menggeser paradigma konsumen dari membujuk minat ke paradigm keyakinan atas produk sehingga mau membeli atau memanfaatkan produk

Contoh implementasi :

Meyakinkan kepada perusahaan-perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitas KITE dengan membandingkan perkembangan perusahaan sebelum dengan sesudah menggunakan fasilitas KITE.
1.Penurunan harga pada saat yang tepat untuk menarik golongan konsumen lain yang peka terhadap harga

Contoh implementasi : Dengan adanya pembebasan pungutan negara maka biaya untuk pos tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain misalnya pengembangan produk lain ataupun riset. Hasil dari pemanfaatan fasilitas juga telah dirasakan perusahaan sehingga secara perlahan akan memerikan rekomendasi penggunaan fasilitas KITE ini kepada rekan bisnisnya.

III. TAHAP KEDEWASAAN

Tahap dimana pertumbuhan penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Jumlah keuntungan mantap, stabil atau menurun biasanya disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat.

Ada tiga taraf dalam tahap kedewasaan ini. Pada taraf pertama, kedewasaan pertumbuhan (growth maturity), tingkat pertumbuhan penjualan mulai berkurang karena tidak ada lagi saluran distribusi yang baru yang bias ditambah. Dalam taraf kedua, kedewasaan mantap/stabil (stable maturity), penjualan perkapita menjadi datar karena jenuhnya pasar. Pada taraf ketiga, kedewasaan mengusang (decaying maturity), nilai penjualan mutlak mulai jatuh dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk pengganti.

Menurunnya tingkat pertumbuhan penjualan mengakibatkan kelebihan kapasitas dalam industry. Hal ini selanjutnya menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat dan intensif. Para pesaing lebih sering menurunkan harga atau obral, mereka tingkatkan periklanan dan berbagai cara untuk mengikat calon konsumen dan penyalur. Beberapa pesaing yang lemah mulai mengundurkan diri dan akhirnya secara berangsur-angsur industry hanya akan terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mapan.

Pada tahap ini, sudah sangat sedikit perusahaan yang mendaftar sebagai pengguna fasilitas KITE, karena sudah seluruh atau sebagain besar perusahaan di wilayah itu telah menggunakan fasilitas KITE. Kalaupun ada pendaftar baru, biasanya adalah anak perusahaan atau perusahaan dalam group yang telah menggunakan fasilitas KITE sebelumnya. Perusahaan-perusahaan telah merasakan manfaat dari fasilitas KITE yang diterimanya, sehingga tidak dimungkinkan pengembangan pengguna baru.

Strategi Memposisikan Tawaran dalam Tahap Kedewasaan
1.Memodifikasi pasar dengan cara meningkatkan jumlah pemakai produk dan tingkat penggunaan per pemakai dengan cara : mengubah bukan pemakai menjadi pemakai produk. Contoh dari perusahaan biasa dirubah menjadi perusahaan pengguna fasilitas KITE.
2.Memasuki segmen pasar baru. Contoh jika tadinya hanya untuk perusahaan swasta, fasilitas KITE juga ditawarkan ke perusahaan milik pemerintah/BUMN
3.Memodifikasi produk dengan cara melansir kembali prduk, memperbaiki mutu, memperbaiki ciri-ciri khas dan perbaikan gaya. Contohnya dengan pelayanan lebih cepat, kenyamanan dan keamanan ditingkatkan, diciptakan regulasi-regulasi baru yang lebih simple.
4.Memodifikasi factor pendukung pemasaran meliputi harga melalui diskon, menjamah distribusi yang baru, periklanan, promosi penjualan, penjualan perorangan dan pelayanan. Contohnya dengan layananan pengaduan online atau pelayanan 24 jam untuk kegiatan ekspor.

IV. TAHAP KEMUNDURAN

Dalam tahap ini penjualan menurun dengan tajam diikuti dengan menyusutnya keuntungan. Beberapa factor yang menyebabkan penurunan penjualan diantaranya perkembangan teknologi, perubahan selera konsumen atau meningkatnya persaingan.

Banyak perusahaan pengguna fasilitas KITE yang telah beralih menggunakan bentuk fasilitas lain yang lebih menguntungkan yaitu fasilitas Kawasan Berikat (KB) karena fasilitas Kawasan Berikat (KB) ini memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih dibidang waktu dan biaya. Banyaknya perusahaan-perusahaan yang bangkrut ataupun diblokir fasilitas kepabeanan-nya karena melakukan pelanggaran juga menjadi factor menyusutnya jumlah pengguna fasilitas KITE secara kuantitif.

Strategi pemasaran dalam memposisikan tawaran produk kita dalam tahap ini adalah :
1.mengidentifikasi produk yang lemah.

– Bagian pembukuan dan pengolahan data menyiapkan data produk yang menunjukkan kecenderungan yang berkaitan dengan luas pasar, bagian pasar, harga jual, biaya dan keuntungan

– Menganalisa data tersebut untuk menetapkan produk-produk mana yang meragukan sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Hasil analisa ini dilaporkan kepada manajer penanggung jawab dan manajer ini harus memberikan penilaian dan pendapatnya. Sehingga akan diperoleh kesimpulan apakah tetap membiarkan, memperbaiki atau menghapus produk dari pasaran.
1.menetapkan strategi pemasaran

Banyak perusahaan yang meninggalkan pasar yang sedang surut lebih awal dan sebagian lagi masih bertahan. Keadaan ini malah menguntungkan terhadap perusahaan yang masih bertahan karena minimnya produk saingan.
1.keputusan menghentikan produk jika setelah di evaluasi berulang-ulang produk hanya akan merugikan perusahaan.

Contoh implementasi :

Tim pengkaji dari Kantor Pusat melakukan evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaan pemberian fasilitas KITE dengan mempertimbangkan berbagai indicator misalnya volume impor, volume ekspor, tumbuhnya industry-industri baru, terserapnya tenaga kerja ataupun kuantiti devisa penerimaan Negara yang telah dicapai. Jika target-target tersebut dapat dicapai, maka fasilitas KITE ini masih bisa diteruskan lagi. Sebaliknya jika manfaat dari fasilitas KITE ini sudah tidak optimal dan tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman, maka fasilitas KITE ini dapat dihapuskan untuk dikaji ulang bentuk fasilitas baru yang lebih cocok untuk diterapkan.

Setelah produk mengalami kemunduran, sama halnya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor sudah banyak ditinggalakan perusahan-perusahaan industry, maka sebaiknya fasiltas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ini di tinjau ulang untuk ditemukan formula pemberian fasilitas lain yang lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah. Stelah terbentuk fasilitas baru, maka akan dimulai lagi proses daur hidup produk dari awal lagi yaitu dari sejak pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan hingga akhirnya kemunduran lagi. Begitu seterusnya berulang sambil dipelajari strategi-strategi pemasaran yang semakin cemerlang.

Sebagai inti dari pembahasan tentang Daur Hidup Produk secara umum dapat digambarkan kedalam tabel berikut yang menggambarkan karakteristik, tujuan pemasaran dan strategi pemasaran setiap tahap dalam daur hidup produk.

TAHAP

Perkenalan

Pertumbuhan

Kedewasaan

Kemunduran

Karakteristik

Penjualan

Penjualan rendah

Meningkat dengan cepat

Puncak penjualan

Menurun

Biaya

Biaya per konsumen rendah

Biaya per konsumen sedang

Biaya per konsumen rendah

Biaya per konsumen rendah

Keuntungan

Sedikit

meningkat

tinggi

Menurun

Pelanggan

Pelopor

Pengadopsi

Mayoritas

Pengekor

Pesaing

sedikit

meningkat

Tetap

Menurun

Tujuan Pemasaran

Mencipta minat dan coba-coba

Memaksimalkan bagian pasar

Memaksimalkan keuntungan dan mempertahankan pasar

Kurangi pengeluaran

Strategi

Produk

Tawarkan produk dasar

Tawarkan perluasan produk, pelayanan jaminan

Diversifikasi merek dan model

Tarik produk yang lemah

Harga

Ditambah biaya

Untuk menerobos pasar

Untuk menyamai atau mengalahkan pesaing

Pemotongan harga

Distribusi

Membangun jaringan selektif

Membangun jaringan intensif

Membangun jaringan lebih intensif

Seleksi meninggalkan jalur yang lemah

Periklanan

Ciptakan kesadaran terhadap produk

Ciptakan kesadaran dan minat

Kemukakan dengan jelas perbedaan dan manfaat

Kurangi hingga tahap mempertahankan pelanggan setia

Promosi Penjualan

Gencar

Kurangi untuk memanafaatkan perimintaan pasar yang kuat

Naikkan untuk mendorong perpindahan merek

Kurangi sampai jumlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s